Showing posts with label Web Programming. Show all posts
Showing posts with label Web Programming. Show all posts
Sunday, June 26, 2016
Bootstrap Features
9:47 PM
a.
Typography
Typography akan membuat tampilan teks
pada halaman web menjadi rapi, mudah dibaca, dan nyaman dilihat dengan
menggunakan font dan ukuran huruf tertentu. Terdapat banyak class yang telah
disediakan dalam fitur-fitur Typography Bootstrap. Contohnya adalah sebagai
berikut:
|
Nama Class
|
Keterangan atau Fungsi
|
|
.lead
|
Untuk
teks stand out
|
|
.small
|
Untuk
teks kecil
|
|
.text-left
|
Untuk
teks align kiri / rata kiri
|
|
.text-center
|
Untuk
teks align tengah / rata tengah
|
|
.text-right
|
Untuk
teks align Kenan / rata kanan
|
|
.text-justify
|
Untuk
teks justify / rata kanan kiri
|
|
.text-nowrap
|
Untuk
teks no wrap / tanpa enter
|
|
.text-lowercase
|
Untuk
teks huruf kecil semua
|
|
.text-uppercase
|
Untuk teks
huruf besar semua
|
|
.text-capitalize
|
Untuk
teks capital / huruf depannya besar semua
|
|
.list-unstyled
|
Untuk
me remove list untuk tag <ul> atau <ol> seperti list-style dsb
|
|
.list-inline
|
Untuk
list agar berada pada satu baris
|
b. Table
HTML tables digunakan untuk
mempresentasikan data dengan metode grid seperti baris dan kolom. Dengan
menggunakan Bootstrap, tampilan tabel dapat diimprovisasi dengan cara yang
simpel dengan gaya yang lebih baik.
Pada konsepnya pembuatan tabel
menggunakan framework bootstrap sama seperti membuat tabel pada html dengan
hanya menambahkan class pada tag <table> yaitu class tabel. Contoh
penggunaaannya dapat dilihat pada source code berikut ini:
|
<table
class="table">
<thead>
<tr>
<th>Row</th>
<th>First
Name</th>
<th>Last Name</th>
<th>Email</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>1</td>
<td>John</td>
<td>Carter</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>Peter</td>
<td>Parker</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>John</td>
<td>Rambo</td>
</tr>
</tbody>
</table>
|
Maka hasilnya adalah sebagai berikut:

c. Images
Gambar atau image sering sekali
ditemukan pada disain web modern. sehingga mempercantik gambar dan mengatur
atau menempatkan gambar tersebut secara benar pada halaman web sangat penting
untuk meningkatkan kepuasan atau pengalaman user dalam mengakses halaman
website.
berikut ini adalah jenis-jenis
improvisasi tampilan gambar yang disediakan pada framework Bootstraps dan cara
pemanggilannya.
|
<img
src="125x125.jpg" class="img-rounded" alt="Rounded
Image">
<img
src="125x125.jpg" class="img-circle" alt="Circular
Image">
<img
src="125x125.jpg" class="img-thumbnail"
alt="Thumbnail Image">
|
Terdapat 3 styles yang disediakan
Bootstrap yaitu Rounded Images, Circle Image, dan Thumbnails images. Contoh
hasilnya dapat dilihat pada gambar beikut ini:

d. Button
Komponen buttons yang disediakan
memiliki banyak tema warna yang menarik. Button di bootstrap ada beberapa gaya
yang siap kita gunakan, di antaranya adalah sbb:

Berikut ini adalah contoh
implementasi button menggunakan Bootstrap.
|
<button
type="button" class="btn btn-default">
Default</button>
<button
type="button" class="btn btn-primary">
Primary</button>
<button
type="button" class="btn btn-success">
Success</button>
<button
type="button" class="btn btn-info">Info</button>
<button
type="button" class="btn btn-warning">
Warning</button>
<button
type="button" class="btn btn-danger">
Danger</button>
<button
type="button" class="btn btn-link">Link</button>
|
e. Progress-bar
Komponen Progress Bar dapat digunakan
untuk menampilkan kemajuan proses secara up to date. Implementasinya adalah
sebagai berikut:
|
<div
class="progress">
<div class="progress-bar
progress-bar-success"
role="progressbar"
aria-valuenow="40" aria-valuemin="0"
aria-valuemax="100"
style="width:40%"> 40% Complete (success)
</div>
</div>
<div
class="progress">
<div class="progress-bar
progress-bar-info"
role="progressbar"
aria-valuenow="50" aria-valuemin="0"
aria-valuemax="100"
style="width:50%"> 50% Complete (info)
</div>
</div>
<div
class="progress">
<div class="progress-bar
progress-bar-warning"
role="progressbar"
aria-valuenow="60" aria-valuemin="0"
aria-valuemax="100"
style="width:60%"> 60% Complete (warning)
</div>
</div>
<div
class="progress">
<div class="progress-bar progress-bar-danger"
role="progressbar"
aria-valuenow="70" aria-valuemin="0"
aria-valuemax="100"
style="width:70%"> 70% Complete (danger)
</div>
</div>
|
Hasilnya akan seperti ini:

f. Alerts
Komponen Alerts dirancang untuk
menampilkan tanda atau peringatan tertentu pada halaman web dengan banyak
pilihan tema warna. Implementasinya adalah sebagai berikut:
|
<div
class="container">
Berita
1
<div class="alert
alert-success alert-dismissable">
<button
type="button" class="close" data-dismiss="alert">×</button>
Anda berhasil !
</div>
<br/>
Berita
2
<div class="alert alert-success
alert-dismissable">
<button
type="button" class="close" data-dismiss="alert">×</button>
Anda bisa 2 !
</div>
<br/>
</div>
|
Hasilnya adalah sebagai berikut ini:

g. Form
Sama halnya dengan form pada HTML
biasa dalam membuat formulir inputan pada halaman web, namun Bootstrap
memberikan tampilan yang lebih cantik. berikut ini adalah contoh implementasi
Form menggunakan bootstrap:
|
<div
class="container">
<form>
<div
class="form-group">
<label
for="nama">Nama Anda:</label>
<input type="text"
class="form-control">
</div>
<div
class="form-group">
<label for="alamat">Alamat
anda:</label>
<input type="text"
class="form-control" id="alamat">
</div>
<button
type="submit" class="btn
btn-default">Submit</button>
</form>
</div>
|
Dan hasilnya akan seperti ini:

h. Icons
Bootstrap versi 3.3.6 terdiri lebih
dari 250 Glyphicons. Pada versi ini juga tersedia untuk font-format untuk
usability dan scalability yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapada
Glyphicons yang dapat digunakan pada bootstrap. Untuk merubah warna pada icon
anda dapat memberikan style apada properti style pada tag icon yang akan
digunakan.

Untuk menggunakan bootstrap icon,
anda hanya perlu menggunakan tag <span> dan menambahkan atribut untuk
pemanggilan class. Contoh syntaxnya dapat dilihat pada contoh berikut ini.
<span class="glyphicon
glyphicon-class-name"></span>
Dimana glyphicon-class-name adalah
nama spesifik class untuk icon (misalnya glyphicon-search, glyphicon-user,
glyphicon-star etc.) yang didefinisakan pada file cootstrap.css.
Sebagai contoh anda dapat melihat penggunakan
icon search di bawah ini:
|
<!DOCTYPE
html>
<html
lang="en">
<head>
<title>Heading -
Labels</title>
<meta
charset="utf-8">
<meta
name="viewport" content="width=device-width,
initial-scale=1">
<link rel="stylesheet"
href="css/bootstrap.min.css">
<link
rel="stylesheet" href="css/bootstrap-theme.min.css">
<script src="js/jquery.min.js"></script>
<script src="js/bootstrap.min.js"></script>
</head>
<body>
<div
class="container">
<form>
<button type="submit"
class="btn btn-default"><span class="glyphicon
glyphicon-search"></span> Search</button>
<button type="submit"
class="btn btn-primary"><span class="glyphicon
glyphicon-search"></span> Search</button>
</form>
</div>
</body>
</html>
|
Dan hasil outputnya adalah sebagai
berikut ini:

Tuesday, June 21, 2016
Sistem Bilangan dan Konversinya
9:25 AM
Bilangan Biner
Sistem bilangan biner berbasis-2,
menggunakan digit biner (bit) yaitu 0 dan 1, istilah bit dipakai dalam sistem
bilangan biner singkatan dari binary digit.
Byte adalah string yang terdiri dari 8 bit, bilangan biner 101 mempunyai
persamaan decimal :
22 x 1 + 21 x 1
= 4 + 0 + 1 = 5
Sandi Biner
Sandi biner dibentuk dari n bit
dengan 2n kemungkinan cara menyusun bit yang berlainan (2n
kombinasi)
• Sandi binary code decimal (BCD)
• Sandi Excess (XS-3)
• Sandi 8, 4, -2, -1
• Sandi Gray
• Sandi alfanumerik
Sandi Binary
Code Decimal (BCD)
Sandi Binary Code Decimal (BCD) menggunakan
prinsip 4 bit biner untuk merepresentasikan satu digit desimal.
• Kelebihan : konversinya lebih mudah
dan sering digunakan pada aplikasi antarmuka.
• Kekurangannya : penggunaan bit yang
boros karena hanya 4 bit saja yang digunakan untuk menunjukkan 16 nilai yang
berbeda, tapi hanya 10 nilai saja yang digunakan.
Jenis-jenis
sandi BCD
• 8421 BCD
• 4221 BCD
• 5421 BCD
Misalkan menggunakan 4221 BCD jika
ingin menampilkan angka 7 maka nilai binernya adalah 11012 atau 10112,
namun jika menggunakan 8421 BCD maka nilai binernya 01112.
Sandi Binary
Coded Decimal (BCD)
• Konversi nilai desimal ke BCD untuk
171,625
1 7 1 , 6 2 5
0001 0111 0001 , 0110 0010 0101
• Konversi BCD ke desimal untuk
00101001,01001000
0010 1001 , 0100 1000
2 9 , 4 8
Sandi Excess
3 (XS-3)
Sandi Excess 3 (XS-3) adalah
kelebihan tiga diperoleh dari nilai binernya ditambah tiga.
Nilai
yang dicari excess-3 : 2 3
Nilai
yang ditambahkan +3 +3
Hasil
dari excess-3 5 6
Nilai
biner yang dibentuk =0101 =0110
Nilai dari sandi excess-3 untuk nilai
desimal 23 adalah 010101102.
Sandi 8, 4,
-2, -1
Sandi 8, 4, -2, -1 mirip dengan sandi
BCD, hanya nilai yang digunakan terdapat bobot negatifnya.
Nilai 01102 untuk sandi 8,
4, -2, -1
01102
= 0x8 + 1x4 + 1x (-2) + 0x(-1)
=
4 – 2 = 2
Sandi Gray
Sandi Gray hanya 1 bit saja yang
berubah dalam dua kode yang berurutan, setengah bagian atas (kode desimal 5 -
9) merupakan bayangan cermin dari setengah bagian bawah (kode desimal 0 - 4)
kecuali untuk bit ke-4 dari kanan (bersifat reflektif). Sandi ini sering
diaplikasikan dalam industri kendali dan implementasi urutan pada finite state
machine (FSM).
Tahapan
konversi biner ke sandi Gray
• Mulai dengan bit MSB biner. MSB
sandi Gray sama dengan MSB biner,
• Bit kedua yang terdekat ke MSB pada
sandi Gray diperoleh dengan menambahkan MSB dan MSB kedua dari biner dengan
mengabaikan bawaannya,
• Bit ketiga MSB pada sandi Gray
dengan menambahkan MSB kedua dan ketiga pada biner dengan mengabaikan
bawaannya,
• Proses ini berlanjut hingga didapatkan
LSB untuk sandi Gray.
Tahapan
konversi sandi Gray ke biner
• Mulai dengan bit MSB. MSB biner
sama dengan MSB untuk sandi Gray,
• Bit kedua yang dekat ke MSB pada
biner didapat dengan menambahkan MSB biner dan MSB kedua dari sandi Gray dengan
mengabaikan bawaannya,
• Bit ketiga MSB pada biner dengan
menambahkan MSB kedua biner dan ketiga pada sandi Gray dengan mengabaikan
bawaannya.
• Proses ini berlanjut sampai
didapatkan LSB biner.
Tahapan
konversi Desimal – Biner - sandi Gray
Bilangan
Oktal
Sistem bilangan oktal jarang
digunakan dalam representasi sinyal digital, namun beberapa referensi ada yang
menuliskannya. Bilangan oktal tidak begitu familiar, namun bisa digunakan dalam
bentuk konversinya.
Sistem bilangan oktal berbasis-8, penulisan
notasi ini dituliskan misal sebagai 7348 atau 734oktal. Konversi
nilai oktal ke dalam bentuk biner lebih mudah karena hanya mengambil tiga digit
saja dari bilangan biner kemudian mengkonversinya menjadi desimal.
Contoh :
7348 konversi binernya
menjadi 1110111002
hasil konversinya 1112 = 7
0112
= 3
1002
= 4
Nilai konversi desimal ke oktal
dilakukan dengan cara membagi nilai desimal dengan 8
Bilangan
Desimal
Sistem bilangan desimal berbasis angka
10
Posisi paling tidak berarti (paling
kanan) memiliki sebuah bobot faktor berbasis 10-n, dan posisi paling berarti
(paling kiri) memiliki bobot faktor 10n
Penulisan notasinya : 10n,
..., 103, 102, 101, 100, 10-1,
10-2, 10-3, ..., 10-n
Bilangan
Desimal direpresentasikan sebagai berikut:
581 = 5 x 100 + 8 x 10 + 1 x 1
atau
dituliskan dalam ranah bilangan 10 sebagai,
581 = 5x102 + 8x101
+ 1x100 = 500 + 80 +1
Bilangan
desimal dan biner menggunakan sistem pembobotan posisional, yaitu:
10102
= 1x23 + 0x22 + 1x21 + 0x20
= 1x8 + 0x4 + 1x2 + 0x1
= 1010
Konversi Desimal ke Biner
Nilai
biner disusun dari most significant bit (MSB) menuju least significant bit
(LSB)
Bilangan Heksadesimal
Bilangan
yang sering digunakan dalam representasi bilangan dalam aplikasi sistem digital
dan penulisan kode program.
Sistem
bilangan heksadesimal berbasis-16
Notasinya
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F.
Konversi
nilai heksadesimal ke dalam bentuk biner lebih mudah karena hanya mengambil 4
digit saja dari bilangan biner kemudian mengkonversinya menjadi desimal.
Contoh
:
73416
konversi binernya menjadi 111001101002
hasil
konversinya 01112 = 7
00112
= 3
01002
= 4
Nilai
konversi desimal ke heksadesimal dilakukan dengan cara membagi nilai desimal
dengan angka 16.
Nilai
heksadesimal dikonversi menjadi nilai biner untuk mendapatkan nilai desimal,
contoh 100112 maka nilai heksadesimalnya adalah 1316,
nilai desimalnya :
1x24 + 0x23 +
0x22 + 1x21 + 1x20
1x16 + 0x8 + 0x4 + 1x2 + 1x1
16 + 0 + 0 + 2 + 1 = 19
Konversi
nilai heksadesimal menjadi nilai desimal
1DC16 = 1x162 + Dx161 + Cx160
= 1x162 + 13x161 +
12x160
= 256 + 208 + 12
= 476
Sandi Alfanumerik
• Sandi
alfanumerik digunakan untuk mengolah data yang berupa huruf, tanda baca, dan
karakter lain.
• American
Standard Code for Informat Interchange (ASCII)
• Extended
Binary Codec Decimal Interchange Code (EBCDIC).
Sandi ASCII
• Sandi
ASCII (American Standard Code for Informat Interchange) merupakan sandi 7 bit
• Jumlah
sandi ASCII sebanyak 27 = 128 sandi
• Sandi
ini sering diaplikasikan dalam dekoder untuk membuat tampilan pada liquid
crystal display (LCD) atau tampilan yang lainnya.
Sandi EBCDIC
Sandi
EBCDIC (Extended Binary Codec Decimal Interchange Code) merupakan sandi 8 bit
yang diaplikasikan pada sistem komputer untuk saling bertukar informasi.
Monday, June 20, 2016
Konsep Dasar Framework CSS Bootstrap
7:57 AM
1. Sejarah
dan Pengertian
Bootstrap digambarkan sebagai CSS
sederhana namun dibangun dengan pre-processor yang menyediakan lebih banyak
daya dan fleksibilitas ketimbang CSS standar. Awalnya dirilis pada Jumat, 19
Agustus, 2011, dan sudah memiliki lebih dari 20 produk release termasuk yang
terbesar adalah versi -2 dan versi-3. Hadirnya Bootstrap 2, maka fungsionalitas
responsif terhadap seluruh kerangka sebagai stylesheet opsional telah di
tambahkan dan pada Bootstrap 3, maka responsif secara default telah ditambahkan
untuk pendekatan pertamanya terhadap ponsel.
Bootstrap merupakan sebuah framework
yang dikembangkan oleh tim Twitter yang berfungsi sebagai kerangka kerja untuk
memudahkan dan mempercepat dalam membuat tampilan website yang responsive dan
terstandar. Bootstrap menyediakan komponen-komponen antarmuka siap pakai yang
telah dirancang sedemikian rupa untuk digunakan dalam membuat tampilan halaman
website responsive. Bootstrap juga menyediakan sarana untuk membuat layout
halaman web dengan mudah dan rapi yaitu menggunakan grid system 12 kolom.
Bootstrap dibangun dengan teknologi HTML, CSS dan Javascript yang dapat membuat
layout halaman website, table, tombol, form, navigasi, dan komponen lainnya
dalam sebuah website hanya dengan memanggil fungsi class dalam berkas HTML.
2.
Keunggulan Penggunaan Bootstrap
Berikut ini adalah beberapa
keunggulan atau kelebihan menggunakan WRD Bootstrap:
a) Waktu pembuatan yang lebih cepat :
Karena elemen-elemen yang biasa ada dalam sebuah website pada umumnya sudah
dibuatkan class-nya oleh Bootstrap ini, jadi kita tinggal memanggilnya dalam
theme.
b) Template yang menggunakan
Bootstrap lebih rapi : Mungkin ini akan sedikit relatif, karena kebiasaan
masing-masing developer membuat coding pasti berbeda-beda. Namun pada dasarnya,
karena bootstrap sudah terstruktur, untuk modifikasi class dan penambahan class
memang sebaiknya mempertahankan kerapihan code yang sudahada lebih dulu.
c) Template yang menggunakan
Bootstrap lebih ringan.
3. Struktur
Bootstrap
Struktur bootstrap tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut :

Berikut adalah beberapa fitur untuk
layout website yang disediakan oleh bootstrap :
a) Scaffoling : Bagian yang mengatur
background, link styles, grid system, dan two simple layouts
b) Base CSS : Bagian yang mengatur
tampilan elemen HTML seperti typography, code, table, form, dan button.
Termasuk Glyphicons, sebuah kumpulan ikon-ikon kecil.
c) Components : Bagian yang mengatur
tampilan component, seperti tab, navbar, alerts, page headers, dst.
d) Javascript Plugins: Menyediakan
beberapa component interaktif, seperti tooltips, popovers, modals, dan
seterusnya.
4. Grid
System
Grid System dalam sebuah desain web
adalah sebuah cara atau metode pembagian kolom di sebuah halaman web dengan
menggunakan class. Pembagian kolom ini dimaksudkan agar web menjadi responsive.
Grid System menggunakan system grid 12 kolom yang akan memudahkan dalam
melayout sebuah halaman web, berikut contoh grid system bootstrap.

Bootstrap Grid System menyediakan
cara cepat dan mudah untuk membuat layoutlayout website responsif. Misalnya
untuk membuat kolom atau grid kecil seperti cellphones dan lainnya, kita dapat
menggunakan class .col-xs-*. Sedangkan class col-sm-* biasanya digunakan untuk
device yang berukuran kecil seperti tablet. Class col-md-* dapat digunakan untuk
device yang berukuran sedang atau medium. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
pada tabel berikut ini:

5. Bootstrap
Features
a. Typography
Typography akan membuat tampilan teks
pada halaman web menjadi rapi, mudah dibaca, dan nyaman dilihat dengan
menggunakan font dan ukuran huruf tertentu. Terdapat banyak class yang telah
disediakan dalam fitur-fitur Typography Bootstrap
b. Table
HTML tables digunakan untuk
mempresentasikan data dengan metode grid seperti baris dan kolom. Dengan
menggunakan Bootstrap, tampilan tabel dapat diimprovisasi dengan cara yang
simpel dengan gaya yang lebih baik.
c. Images
Gambar atau image sering sekali
ditemukan pada disain web modern. Sehingga mempercantik gambar dan mengatur
atau menempatkan gambar tersebut secara benar pada halaman web sangat penting untuk
meningkatkan kepuasan atau pengalaman user dalam mengakses halaman website.
d. Button
Komponen buttons yang disediakan
memiliki banyak tema warna yang menarik.
e. Progress-bar
Komponen Progress Bar dapat digunakan
untuk menampilkan kemajuan proses secara up to date.
f. Alerts
Komponen Alerts dirancang untuk
menampilkan tanda atau peringatan tertentu pada halaman web dengan banyak
pilihan tema warna.
g. Form
Sama halnya dengan form pada HTML
biasa dalam membuat formulir inputan pada halaman web, namun Bootstrap
memberikan tampilan yang lebih cantik.
h. Icons
Bootstrap versi 3.3.6 terdiri lebih
dari 250 Glyphicons. Pada versi ini juga tersedia untuk font-format untuk
usability dan scalability yang lebih baik.
Baca juga artikel Bootstrap Features
Baca juga artikel Bootstrap Features
Cara Penempatan CSS dalam HTML
3:09 AM

a. Inline
Style
CSS yang dibuat dalam sebuah tag HTML
yang hanya berlaku untuk dokumen yang diapitnya saja. Biasanya teknik ini
digunakan pada pemformatan khusus pada sebuah elemen HTML dan tidak digunakan
untuk memformat seluruh dokumen web. Contohnya adalah sebagai berikut :
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<title>Inline
Style</title>
</head>
<body>
<font style=’arial;
font-family:Arial; font-
size:20px;background-color:yellow’>Penerapan
Inline
Style</font>
</body>
</html>
|
Dalam script di atas dapat diketahui
bahwa style tersebut memiliki nama style arial yang memiliki nilai atau value
untuk style tersebut. Dari script di atas dapat dilihat tampilan dalam browser
seperti pada Gambar berikut ini.

b. Internal
Style
Pada teknik ini style diletakkan pada
tengah tag antara tag <head> dan </head>. Aturan-aturan dalam style
ini diatur sedemikian rupa untuk digunakan pada suatu tempat maupun untuk
keseluruhan situs. Perhatikan contoh berikut :
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<title>Internal
Style</title>
<style>
body
{background-color:lightgrey;}
h1 {color:blue;}
p {color:green;}
</style>
</head>
<body>
<h1>Ini adalah Style Heading
1 yang sudah diubah</h1>
<p> Ini adalah Style Paragrap
yang sudah diubah </p>
</body>
</html>
|
Maksud dari script di atas adalah
mengatur style pada elemen body dengan warna latar belakang abu-abu muda,
<h1> dengan warna biru, dan tag <p> dengan warna hijau. Hasil
script di atas dalam browser dapat dilihat di bawah ini.

c. Imported
Style
Dengan teknik ini sebuah style tidak
disimpan pada halaman tersebut. Namun untuk menghubungkannya dengan halaman web
yang dibuat, demgam menggunakan import yang terdapat pada style CSS. Perhatikan
contoh berikut :
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<title>Import
Style</title>
<style type=”text/css”>
@import url(http://www.namasitus.com/global.css);
</style>
</head>
<body>
<div class=blog>Penerapan
Import Style</div>
</body>
</html>
|
Dari script di atas, dokumen HTML
akan mengambil atau meng-import style CSS untuk dalam dokumen tersebut. Dimana
pada contoh di atas dokumen akan mengimpor file style dengan nama global yang
berekstensi .css pada alamat url http://www.namasitus.com dengan menggunakan
perintah berikut :
@import
url(http://www.namasitus.com/global.css);
|
d. Eksternal
Style
Dengan menggunakan teknik ini, dapat
memanggil CSS style pada file CSS yang diinginkan menggunakan perintah “Link
rel” yang berfungsi untuk menghubungkan ke dalam sebuah CSS style eksternal
dengan nama yang telah ditentukan. Perhatikan contoh berikut :
<link
rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”default.css”>
|
Pada contoh di atas menghubungkan
sebuah dokumen HTML dengan sebuah eksternal style dengan nama default.css yang
telah dibuat sedemikian rupa sehingga style tersebut dihubungkan untuk
memformat tampilan dalam dokumen HTML tersebut.
Dalam mengimpor file CSS, dapat
langsung mengimpor beberapa file CSS sekaligus dalam sebuah dokumen agar
memperkaya tampilan dokumen. Perhatikan contoh berikut :
<link
rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”default1.css”>
<link
rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”default2.css”>
<link
rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”default3.css”>
|
Atau dapat menggunakan perintah :
<style>
@import
url(default1.css);
@import
url(default2.css);
@import
url(default3.css);
</style>
|
Subscribe to:
Posts (Atom)